Tipe-tipe Traveler

(Sumber :Taranaki.id)– Setiap orang punya gaya dan preferensi masing-masing dalam melakukan perjalanan. Ada yang lebih nyaman melancong sendirian, ada lagi yang suka bepergian bareng teman atau keluarga. Ada yang merencanakan perjalanannya secara detail sebelum berangkat, tapi ada juga yang bisa langsung pergi kapanpun dia mau.

Backpacker
Gaya ini paling sering disebut kalau kit bicara soal traveling. Mengenalinya juga gampang. Lihat saja ransel yang dibawanya ke mana-mana.

Tipe traveler ini identik dengan kebebasan menjelajah dan keleluasaan waktu. Dia tidak suka menjelajah dengan jadwal yang teratur ala turis. Pembawaannya juga lebih santai karena backpacker memang merancang waktu liburan yang panjang.

Akomodasi bukan hal esensial. Backpacker hanya butuh tempat beristirahat setelah seharian berkeliling daerah. Cukup ranjang bertingkat untuk tidur dan kamar mandi yang dipakai bersama tamu lain.

Flashpacker
Semangat menjelajah flashpacker sama dengan backpacker. Hanya saja, waktu perjalanannya lebih terbatas. Selain itu, mereka juga sebenarnya punya dana lebih untuk kenyamanan ekstra. Cuma tetap punya anggaran yang tertata supaya tidak sampai kehabisan uang di perjalanan.

Buat flashpacker akomodasi jadi hal yang cukup krusial. Tempat menginap harus memiliki fasilitas dan layanan memadai karena setelah melakukan kegiatan di luar. Pokoknya, akomodasi untuk beristirahat harus nyaman, deh! Akomodasi yang cocok adalah hotel dengan standar minimum bintang 3.

Turis
Turis adalah tipe traveler yang senang jalan-jalan tapi tidak mau repot mengatur perjalanannya sendiri, karena tujuannya hanya ingin melancong saja. Karena memiliki kemapanan finansial, turis bisa membayar agen perjalanan untuk biaya perjalanan, sewa kamar hotel, dan sewa jasa antar-jemput di lokasi wisata. Simpelnya, tinggal terima beres untuk berangkat liburan.

Berhubung seluruh perjalanan diurus oleh agen perjalanan, mereka mesti mengikuti seluruh jadwal dari paket yang dipilih. Rata-rata turis akan banyak menghabiskan uang selama bepergian.

Planner
Sebelum perjalanan, planner selalu melakukan riset mendalam tentang destinasi yang dikunjungi, sampai menyusun itinerary segala. Umumnya mereka adalah traveler yang hobi menyelenggarakan open trip dengan mengajak para anggota komunitas atau forum traveling.

Karena terbiasa dengan jadwal teratur, susunan acara dibuat demi pengalaman yang seoptimal mungkin. Hal-hal yang mereka rencanakan antara lain hotel, tempat makan, budget, dokumen penting, jadwal jalan-jalan lengkap dengan jam dan lokasi, properti traveling, bahkan sampai kostum yang hendak dipakai.

Spontan
Kebalikan dari planner, traveler spontan tidak punya rencana perjalanan. Ini adalah golongan traveler impulsif yang langsung berangkat begitu ada keinginan. Mereka mengikuti saja ke mana “angin” membawa.

Tipe traveler yang satu ini juga sama sekali tidak memikirkan biaya. Jangankan budget, destinasi traveling pun kadang mereka tidak punya.

Budget
Tipe yang satu ini sekilas mirip backpacker, tapi lebih seru. Mereka rela istirahat dan tidur di emperan peron stasiun, atau menumpang di bak truk untuk menuju destinasi yang direncanakan. Dengan berbekal dana pas-pasan, mereka menikmati perjalannya. Mereka bisa menyiasati dana yang dimiliki dengan berhemat, misalnya mencari tempat makan super murah, atau menemukan tempat tidur, kamar mandi, dan fasilitas-fasilitas bertuliskan: GRATIS.

Unlimitet
Ini adalah adalah golongan traveler yang sangat mapan, yang memiliki budget tidak terbatas atau selalu membawa kartu sakti alias kartu kredit. Mereka biasanya royal dan rela merepotkan diri sendiri demi sanak keluarga yang tidak ikut berjalan-jalan. Makanya kalau pulang liburan, oleh-oleh yang dibawa sangat banyak.

Liburan adalah cara untuk memanjakan diri bagi tipe traveler ini. Makanya mereka lebih tertarik dengan kegiatan seperti berkunjung ke tempat wisata eksklusif, makan di restoran mahal, juga wisata belanja. Akomodasi jenis resort dan villa paling cocok untuk mereka.

Guidebook
Perjalanan guidebok-er akan dimulai setelah melihat buku-buku perjalanan. Biasanya, tujuan mereka adalah tempat-tempat yang populer di kalangan turis. Perencanaan dibuat mendetail berdasarkan info dari buku panduan lengkap ala Lonely Planet. Mayoritas guidebook-er mengerti banyak hal yang bisa membantu traveler lain ketika berada di tempat asing.

Family Traveler
Namanya juga family traveler sudah pasti perjalanan liburan dilakukan bersama keluarga. Prioritas utamanya adalah anak-anak, karena itu informasi yang dicari sebanyak mungkin adalah tentang tempat wisata yang ramah anak.

Akomodasi yang dipilih juga mementingkan kebutuhan anak-anak. Sebisa mungkin, dicari penginapan yang dekat dengan tempat tujuan wisata ramah anak, dan memiliki fasilitas layaknya di rumah sendiri. Itu sebabnya akomodasi sejenis apartemen sangat cocok bagi family traveler.

Soloist
Tipe traveler ini tidak takut ke mana-mana sendirian. Biasanya mereka punya insting untuk mencari rute diluar kebiasaan traveler lain, meski harus duduk seorang diri di stasiun kereta kota kecil, atau sendirian mencari jalan di tengah-tengah pasar. Rata-rata mereka sudah mempersiapkan segala hal agar tidak menemui hal yang dapat mengacaukan perjalanan.

Nah, kalo demikian mas bro dan mb termasuk kriteria traveler tipe mana nih?

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply